Senin, 16 Oktober 2017

Home Garden : Cabe Sayur (Capsicum frutescens)

Baru-baru ini Pangeran Pancasari merilis sebuah cabe bernama "Hot Sexy". Cabe ini tergolong kedalam sayur. Cabe jenis inilah yang dikenal publik dengan nama Capsicum frutescens. Sebagai cabe sayur tentunya cabe ini bisa dimasak untuk sayuran. Karena rasanya memang tak sepedas dengan jenis cabe yang lain (cabe rawit). Bagi yang suka tumis pedas tentu kenal dengan cabe ini. Biasanya bahan yang digunakan adalah cabe sayur yang masih hijau. Begitulah, cabe sayur biasa dipanen saat masih hijau segar. 

Cabe sayur selain untuk memasak, dikenal juga oleh pembuat saos. Saos yang berkualitas baik biasanya menggunakan cabe jenis ini. Kenapa? Karena yang namanya saos itu berbeda dengan sambal tentunya. Namanya sambal ya identik dengan pedas. Kalau ada sambal yang tak pedas, itu sambal yang biasa kubikin. Yang penting ada cabenya meski cuman satu, begitu resepnya. Nah, masakan pelengkap yang tak terlalu pedas itu sebenarnya yang dinamakan saos. Dulu-dulunya saos itu adalah sambel tomat. Memang diberi nama sambel juga. Nah, bedanya setelah menjadi saos, rasa pedasnya dikurangi tetapi buah tomatnya tetap dipake. Dalam perkembangannya muncul KW-nya saos, yaitu saos yang berbahan dasar bukan tomat. 

Cabe ini cukup menarik untuk hiasan di "home garden". Terutama dari kelebatan buahnya. Golongan cabe sayur memiliki potensi hasil yang cukup tinggi. Dalam satu tanaman bisa berproduksi lebih dari 1 kg. Nah, siapa yang bisa melakukan hal ini? 
Barangkali anda...

Sabtu, 14 Oktober 2017

Istilah Benih dan Bibit dalam Home Garden

Salah satu yang perlu dipersiapkan untuk beraktifitas di "home garden" adalah benih atau bibit. Karena benih atau bibit itulah yang akan kita tanam bukan rumput liar. Penggunaan istilah benih dan bibit sering kali statusnya disamakan padahal bukan sekolahan. Apa sih sebenarnya yang dimaksudkan dengan benih dan bibit itu?


Awal dari kegiatan budidaya yang kita tanam memang bisa dari benih atau bibit. Semisal dari perikanan lele, ada istilah "tebar benih dikolam terpal". Yah, terlanjur sering diucapkan demikian. Jarang yang menggunakan istilah "tebar bibit dikolam terpal" begitu. Jadinya, kemudian diasumsikan kalau dalam perikanan itu istilahnya tebar benih. Nah, apa bedanya dengan istilah "musim ini para petani sudah mulai tebar benih padi di sawah". Mungkin bisa dijawab, kalau perikanan yang ditebar benih ikan kalau petani ya benih padi. Benar, tapi bukan itu yang dimaksud. Bandingkan dengan istilah yang satu ini, "para petani sudah mulai tanam padi". Pada istilah tersebut apakah para petani akan tanam benih padi alias butir-butir gabah? Bisa dijawab iya, namun itu sangat-sangat tak lazim dilakukan. 

Dalam penggunaan istilah benih dan bibit dalam bidang pertanian dan perikanan tersebut sebenarnya sudah bisa dilihat, mana yang dimaksudkan benih dan mana yang dimaksudkan dengan bibit. Istilah yang digunakan petani padi tersebut sudah tepat. Benih adalah butir-butir gabah atau sesuatu yang masih berupa biji-bijian atau sejenisnya. Sedangkan pada istilah petani tanam padi adalah benih padi yang sudah disemai. Benih padi yang sudah disemai itulah yang namanya bibit. Nah, sudah jelas bukan Istilah bibit dan benih? Lantas bagaimana dengan istilah dalam dunia perikanan?

Dalam bidang perikanan logikanya sama dengan istilah dalam bidang pertanian. Jika yang dimaksud dengan tebar benih ikan berarti yang ditebar adalah telur-telur ikan. Hebat ya bisa pelihara ikan dari telurnya. Tapi jika misalnya pelihara lele dari lele ukuran 2-3, istilah yang pas sebenarnya tebar bibit ikan lele 2-3. 

Sudah jelas bukan beda benih dan bibit? Misal tanam buah mangga dalam tambulampot. Jika yang dikatakan adalah tanam benih mangga itu artinya yang ditanam adalah biji mangga. Tetapi jika yang dilakukan adalah tanam bibit mangga berarti yang ditanam adalah tanaman mangga, bisa dari cangkokan atau biji mangga yang telah menjadi tanaman.

Nara sumber : Profesor Green K.

Minggu, 06 Agustus 2017

HOME GARDEN, Cabe Rawit Lalap (Ceplusan)

Rawit lalap
Cabe Rawit Lalap
Seperti kata pepatah, kecil-kecil cabe rawit. Cabe yang bentuknya relatif kecil ini rasanya cukup pedas. Warnanya hijau, kemudian menjadi merah saat tua. Cabe ini adalah jenis cabe yang umum ditanam petani. Cocok sekali untuk ceplusan atatu lalapan. Sayuran lalapan adalah sayuran mentah yang langsung dikonsumsi. Tentu saja sayuran yang masih segar. Seperti cabe rawit apabila dijadikan lalapan rasanya segar dan pedasnya wuahh...

Sayuran lalap biasanya dipetik saat masih muda. Sehingga umur panennya relatif lebih cepat. Kurang lebih 55 hari setelah tanam cabe rawit lalap sudah mulai bisa dipenen.

Ok gardener, cukup sekian cerita mengenai sipedas ini!!! Bye... bye..

By : Pangeran Pancasari

Minggu, 23 Juli 2017

HOME GARDEN, Terung


Sambala...
Sambal Lado...
Denger dendang lagunya Ayu Ting Ting jadi inget sambel balado. Inget balado jadi pengen ma'em terung balado. Ah, tanam dulu dong. Ha... ha... ha... hak....

Terung adalah tanaman yang masuk dalam family terung-terungan. Lha iya namanya aja terung. Eh, tapi yang bener ter(u)ng atau ter(o)ng ya? Em, terung... terong.... terung.... terong ...? Kalau diamati secara fonemis gak begitu beda. O, iya kalau terong kayaknya serapan dari bahasa jawa. Kalau ditulis terung serapan dari bahasa mana ya? Oki deh, pilih yang ada rujukan bahasanya saja, barangkali dulu-dulunya ejaan namanya adalah terong. Tapi kalau menurut etika berbahasa Indonesia yang baik dan benar ejaannya "terung". "Hak", jadi bingung kan, hayo pilih yang mana?


Up's udahan ah, ngomongin soal tulis-menulis.... 

Begitulah yang terlintas saat kupandangi tanaman terung di "Home Garden" yang mulai berbuah!!!

Tentang terung sendiri ada beberapa jenis terung yang familier di masyarakat, yaitu terung ungu dan terung hijau. So, kedua jenis terung ini mudah di temukan di pasar. Hayo suka yang mana? Kalau dari pengalamanku nge-chef maksudnya masak-memasak, yang ungu itu cocok dibalado kalau yang hijau cocok untuk disayur.

Ada beberapa jenis lagi terung, salah satunya yang warnanya putih. Pengin memasaknya? Tanam dong!!! Karena, terung jenis ini masih jarang dijumpai. 



By : Pangeran Pancasari

Jumat, 21 Juli 2017

HOME GARDEN, Wadah Media Tanam

Bercocok tanam di kebun (home garden) bisa secara langsung ditanah atau dalam media tanam yang ditempatkan dalam suatu wadah. Jika tanaman akan diletakkan dalam plagrak (baca : Home Garden, Plagrak ) atau  tataan tanaman maka tanaman lebih cocok ditanam dalam suatu wadah. Hal ini disesuaikan dengan konsep home garden yang akan dibuat. 

Ada berbagai jenis wadah yang bisa digunakan untuk menempatkan media tanam berdasar bahan yang digunakan. Tempo dulu bahan yang gunakan untuk membuat wadah adalah pot. Wadah tersebut  biasa kita kenal dengan nama pot. Ada pot sederhana sampai yang berbentuk artisitik dari bahan porselin. Batu juga bisa digunakan untuk membuat pot. Selain itu ada juga pot yang dibuat dari semen dan plastik. Harga pot bervariasi, tergantung jenis bahan dan bentuknya. Wadah dari plastik yang harganya cukup murah adalah yang berbentuk polibag. 

Nah, ada berbagai pilihan wadah tanaman bukan? Pilihlah sesuai dengan gayamu!!!

Polibag Home Garden
Polibag
By : Pangeran Pancasari


Selasa, 18 Juli 2017

HOME GARDEN, Selada Keriting

Ada beberapa jenis selada jika dilihat dari daunnya, yaitu selada (biasa) yang daunnya rata (tidak bergelombang) dan selada keriting yang daunnya keriting (bergelombang). Selada biasa mudah kita jumpai karena sayuran ini biasa melengkapi masakan mie ayam (pangsit) dan bakso yang sudah akrab dimasyarakat. Sedangkan selada keriting hanya bisa kita dapatkan di pasar-pasar tertentu. Meski belum familier dimasyarakat, sayuran ini biasa kita temui pada beberapa jenis masakan tertentu. Diantaranya, burger dan hotdog. 

Selada keriting adalah jenis sayuran yang banyak mengandung air, sehingga dapat dinikmati secara langsung. Hidangan lalapan atau hidangan makanan segar dari selada keriting memberikan cita rasa yang segar dan renyah. Tidak sekedar untuk dimasak karena bentuknya yang menarik, selada keriting juga bisa dijadikan garnis pada masakan.

Budidaya selada keriting dapat dimulai dari bijinya. Dengan perawatan yang relatif cukup mudah, kurang lebih 25 hari setelah tanam selada keriting sudah mulai bisa dinikmati. Petiklah satu-persatu daunnya agar tanaman tetap hidup dan bisa dipetik daunnya. 

Dari jenis-jenis selada keriting, ada dua macam jenis selada keriting yang mudah dijumpai, yaitu selada keriting hijau dan selada keriting merah. Pilihlah sesuai seleramu!!! Gambar selada merah dari my "home garden" terlihat sudah siap untuk di panen. Cukup menarik bukan?


Home-garden-selada-keriting-merah
Selada Keriting Merah
By : Pangeran Pancasari




Minggu, 16 Juli 2017

HOME GARDEN, Mahalkah?

Terbayang sebuah kebun yang tertata rapi dengan aneka tanaman menghias. Sehingga, terasa betah menikmati suasananya. Sekonyong, tersadar dan timbul satu pertanyaan. Mahalkah? Mahalkah untuk membuat sebuah kebun (home garden)? Belum terlintas tanamannya, muncul dibenak tentang tanahnya. Dan, berbagai pertanyaan lainnya.

home garden
Tanah Kosong untuk "Home Garden"
But, jika konsep kita adalah seadanya atau bahasa mudahnya "Low Cost Strategy". Kita bikin home garden sesuai dengan ketersediaan dana yang ada. Memilih jenis tanaman dan plagrak (baca : Home Garden, Plagrak) dengan harga terjangkau.

Coba dihitung, semisal space ruang yang tersedia 2m x 3m. Dengan Rp. 45.000,- bisa kita dapatkan 3 batang bambu 6 m-an. Bambu tersebut kita gunakan untuk membuat plagrak. Jika yang kita tanam seledri, bisa membeli kemasan kecil yang harganya Rp. 20.000,- Wadah media tanam adalah polibag. Cukup siapkan polibag sekitar 1 kg yang harganya Rp. 35.000,- Jika media tanam tidak tersedia, sudah cukup dengan biaya Rp.30.000,- Nah, dengan biaya kurang lebih Rp. 130.000,- sudah bisa kita buat home garden. Mahalkan?

By : Pangeran Pancasari

Kisah Si Cabe Hias

Kebiasaan tanam cabe disamping rumah sudah berlangsung lama. Jika diingat di masa kecil dulu sudah sering diminta petikin cabe jika mau ...